Menanti Sinarnya

Kala gelapnya langit tanpamu
Tanpa hamparan cahayamu
Dimana semua makhluk tertidur
Gelapnya langit bernaungan hembusan angin


Dinginnya yang ingin selalu menutup mata
Berselimut secarik kain penuh hangat
Seruan suara saling bersautan
Bagai isyarat datangnya akan sinarmu

Tapi terlihat langit masih menghitam
Kelap-kelip kadang diatas awan
Ditemani cahaya bulan terang benderang
Bukan cahaya bulan yang kunanti
Tetesan air mulai berdatangan

Bukan hujan…

Seperti asap yang menutupi jalan
Jejaknya terlihat didedauan
Rumput pun mulai berkeringat dingin
Terlihat sedikit muncul sebuah sinar

Terlihat dari arah timur memancar keawan
Tubuh yang tua renta berbondong-bondong menyapa
Bersenjatakan alat untuk mengais berkah
Bersambikan mananti sinarnya

Advertisements

3 thoughts on “Menanti Sinarnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s