Siap Melepasmu

Ketika hati dan emosi berseteru, saling berperang. Berperang dalam satu raga dan satu jiwa, entah mana yang menjadi pemenang.

Hanya karena cemburu yang sebagai pemicu, emosi menyuruh hati untuk berhenti, berhenti untuk menyayangi. Tapi hati ini selalu menolak, selalu khawatir dan selalu ingin menyayangi. Padahal pukulan demi pukulan, hantaman demi hantaman, hati ini selalu bertahan. Apakah hanya rasa kasihan, yang membuat hati ini semakin sayang. Ingin hati sebenarnya melepasmu, tapi ada satu sisi yang membisiki hati, entah darimana datangnya, entah darimana asalnya, membisiku hati untuk tak melepasmu.
Sebenarnya hati ini siap melepasmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s